de :
Selamat datang diblog EST💡 Semoga bermanfaat 😃

Kamis, 17 Desember 2015

10 Bukti 'Jam Kiamat' Berdetak di Usia Bumi yang 4,5 Miliar Tahun

 Ilustrasi pemanasan global. (AFP)
By Amry Sitompul on 17 Des 2015 at 19:40

Jakarta - Hampir semua ilmuwan sepakat, laju perubahan iklim global yang ekstrem akhir-akhir ini adalah akibat ulah manusia yang tak pernah mengenal kata puas.
Baru-baru ini, pemimpin dunia berkumpul di Paris, Prancis untuk membahas soal perubahan iklim. Banyak negara ramai-ramai mengalokasikan dana untuk tujuan yang sama. 
Misalnya, akhir September lalu, pemerintah Inggris berjanji mengucurkan dana sebesar 5,8 miliar poundsterling atau sekitar Rp 169 triliun rupiah untuk menangkal persoalan perubahan iklim ini, seperti dikutip dari Independent.
Namun semua itu tak cukup untuk menghentikan kerusakan di satu-satunya planet -- di alam semesta -- yang jadi rumah bagi manusia. Yang dibutuhkan dunia kita adalah aksi nyata.
Sebab, jika Bumi rusak dan hancur, lantas manusia pindah ke mana?
Disadari atau tidak, dampak perubahan iklim sudah terasa lewat suhu yang kian menghangat secara perlahan. Pun dengan pola iklim yang bergeser dan kian tak pasti -- hujan di musim kemarau, dan musim penghujan yang kering kerontang. Salju bahkan turun di gurun, gelombang panas pun 'memanggang' Bumi.
Gletser yang mencair, kenaikan permukaan air laut, suhu air laut yang meningkat, serta peristiwa-peristiwa cuaca ekstrem seperti angin topan, kekeringan, kebakaran hutan dan banjir adalah sebagian contoh dampaknya.
Ancaman pola kehidupan manusia yang tak lagi ajeg, krisis kemanusiaan, kultur yang tercerabut, jutaan spesies yang terancam punah terpampang di depan mata. Sejumlah ilmuwan yakin, jika upaya penyelamatan Bumi tak segera dilakukan,  jam menuju 'kiamat' terus berdetak. Makin cepat dan cepat...
Berikut bukti perubahan iklim telah mengubah Bumi, yang mungkin tak kita sadari, sudah berusia sepuh, 4,54 miliar tahun

Pegunungan Rocky Hingga Greet Barrier Reef

Gambar-gambar berikut menunjukkan bagaimana peristiwa yang berhubungan dengan perubahan iklim.
Gambar-gambar berikut menunjukkan bagaimana peristiwa yang berhubungan dengan perubahan iklim.
Taman Nasional Pegunungan Rocky
Dahulu: Pohon pinus tumbuh subur di area seluas jutaan hektar di barat daya Amerika Serikat dan barat Kanada tersebut.
Sekarang: Deretan pohon pinus yang sudah mati akibat serangan kumbang pinus pegunungan. Dulu populasi serangga tersebut jumlahnya terbatas akibat temperatur yang dingin membeku.
Sekarang, suhu musim dingin yang lebih hangat membuat kumbang mampu bertahan hidup dan berkembang biak, sehingga berakibat kehancuran bagi hutan pinus tersebut.
Great Barrier Reef

(Kiri) Great Barrier Reef dahulu, (kanan) Great Barrier Reef sekarang. (Queensland Tourism/Reuters)

Dahulu: Kumpulan terumbu karang di Australia ini dianggap sebagai salah satu wilayah dengan keragaman biologis terbesar di dunia yang meliputi wilayah seluas 350 ribu kilometer persegi. Pengasaman air laut serta peningkatan temperatur akibat perubahan iklim menjadi ancaman terbesar terumbu karang ini.
Sekarang: Suhu air yang lebih hangat memicu pemutihan karang (coral bleaching), fenomena saat karang berubah warna menjadi putih dan menjadi rentan mati. Karang sangat vital dalam mendukung kehidupan bawah laut.
Sungai Danube

(Kiri) Sungai Danube dahulu, (Kanan) Sungai Danube sekarang. (AFP/Darko Vojinovic)

Dahulu: Sungai terpanjang kedua di Eropa ini mengalir dari hulu di Jerman ke arah timur menuju Laut Hitam di Rumania. Cekungan Sungai Danube ini penting dalam menunjang sektor industri, tranportasi, pertanian dan perikanan.
Sekarang: Antara tahun 2011 dan 2012, kekeringan panjang berakibat pada level air terendah dalam catatan di sepanjang Danube, yang melumpuhkan sebagian jalur transportasi air yang biasanya padat tersebut.

Pegunungan Alpen Hingga Danau Chad Afrika

Gambar-gambar berikut menunjukkan bagaimana peristiwa yang berhubungan dengan perubahan iklim.
Gambar-gambar berikut menunjukkan bagaimana peristiwa yang berhubungan dengan perubahan iklim.
Pegunungan Alpen
Dahulu: Matterhorn, salah satu puncak tertinggi Eropa di Alpen, yang berlokasi di antara Italia dan Swis, diselimuti salju dan es seperti yang terlihat pada gambar yang diambil tanggal 16 Agustus 1960 tersebut.
Sekarang: Puncak Swiss, yang diabadikan tanggal 18 Agustus 2005, mengikis sebagai akibat mencairnya air gletser dari puncaknya. Air mengalir ke celah-celah dan selanjutnya membentuk rekahan yang lebih besar lagi setelah beberapa kali siklus pembekuan dan pencairan.
Gletser Muir di Alaska

(Kiri) Gletser Muir dahulu, (Kanan) Gletser Muit sekarang. (USGS)

Dahulu: Pada foto gletser yang diambil pada akhir abad ke-19 ini, terlihat banyak sekali gunung es di latar belakang.
Sekarang: Pada 2005, Gletser Muir sudah mundur menjauh lebih dari 49 kilometer. Walau foto ini diambil di lokasi yang sama dengan foto di sebelahnya, gletsernya tak terlihat lagi. Ada vegetasi yang berlimpah terlihat di sebelah barat, dan pantai di sebelah depan tertutupi oleh kerikil yang berasal dari sedimen yang diendapkan oleh Gletser Muir serta lelehan gunung es di tanah.
Danau Chad

(Kiri) Danau Chad dahulu, (Kanan) Danau Chad sekarang. (AFP/Christophe Ena)

Dahulu: Danau Chad di Afrika ini dulunya adalah danau terbesar keenam di dunia, seperti ditunjukkan pada gambar yang diambil tahun 1930 ini. Danau ini menjadi sumber air bagi setidaknya 20 juta orang di Nigeria, Chad, Kamerun, dan Niger.
Sekarang: Danau Chad telah kehilangan 80% luas permukaannya sejak tahun 60-an sebagai akibat dari irigasi, pembendungan sungai dan pemanasan global.

Terumbu Karang Dibba

(Kiri) Gletser Muir dahulu, (Kanan) Gletser Muit sekarang. (USGS)
(Kiri) Gletser Muir dahulu, (Kanan) Gletser Muit sekarang. (USGS)
Kepulauan San Blas
Dahulu: Kepulauan di Panama ini adalah tempat tinggal orang-orang Guna yang hidup secara tradisional di rumah beratapkan jerami.
Sekarang: Selama beberapa hari setiap musim hujan, pulau di Karibia ini terendam air sebagai akibat meningkatnya permukaan air laut akibat pemanasan global.
Terumbu Karang di Dibba

Koral di Dibba, Uni Emirat Arab. (Reuters)

Dahulu: Terumbu karang yang berlokasi di pantai barat sebelah utara Uni Emirat Arab ini terlihat sehat dan dikerumuni ikan, seperti terlihat pada foto yang diambil tahun 2004 tersebut.
Sekarang: Terumbu karang ini musnah tahun 2008 akibat serangan alga yang umum dikenal sebagai red tide, yang penyebabnya kemungkinan berhubungan dengan meningkatnya temperatur air laut dan jumlah gas rumah kaca. Red tide ini membunuh kehidupan bawah laut karena menyebabkan berkurangnya kadar oksiden dalam air.

Pelabuhan Whitby

(Kiri) Kepulauan San Blas dahulu, (Kanan) Kepulauan San Blas sekarang. (Stan Shebs/ Reuters/ Carlos Jasso)
(Kiri) Kepulauan San Blas dahulu, (Kanan) Kepulauan San Blas sekarang. (Stan Shebs/ Reuters/ Carlos Jasso)
Pelabuhan Whitby
Dahulu: Whitby, yang berlokasi di utara Inggris, dulunya adalah kota nelayan yang dipenuhi dengan kapal, pedagang ikan dan wisatawan.
Sekarang: Pelabuhan ini sekarang sepi, dipenuhi onggokan tong dan jaring kosong serta perahu nelayan usang. Pemanasan global membuat ikan-ikan dari wilayah ini hijrah ke utara. Hanya sekitar 200 nelayan tersisa di Whitby sekarang.
Tingkat Konsentrasi Karbon Dioksida

Data pemanasan global. (NASA)

Tahun 2003: Citra inframerah dari bulan Juli tahun 2003 menunjukkan konsentrasi karbon dioksida di atmosfer bumi. Warna merah pada foto menunjukkan wilayah dengan konsentrasi karbondioksida mencapai paling sedikit 380 ppm (bagian per sejuta).
Tahun 2007: Gambar yang sama namun diambil tiga tahun kemudian menujukkan kalau konsentrasi karbondioksida di atmosfer telah meningkat. Skala pewarnaan yang digunakan pun disesuaikan -- sedikit diperbesar dari foto tahun 2003.
Jika tidak, peta konsentrasi karbondioksida di tahun 2007 ini akan dipenuhi oleh warna kemerahan, dan struktur persebaran karbondioksidanya akan tak terlihat jelas.
Jadi, apa alasan kita untuk menunda penyelamatan Bumi?

Fakta 'Hotel Istana Berhantu' di Bali yang Bikin Penasaran Dunia

Hotel terlantar di Bali terkenal dengan sebutan 'Hotel Istana Berhantu' (Jacob Laukaitis )
By Dewi Divianta on 17 Des 2015 at 18:45 WIB

Jakarta - Jacob Laukaitis sedang mengeksplorasi sebuah hutan di Bali. Makin memasuki belantara, ia menemukan sebuah bangunan besar yang terlantar. Yang ternyata adalah sebuah hotel. 
Tak ada manusia yang menghuni bangunan bergaya Pulau Dewata itu. Kamar-kamar kosong dengan atap jebol, cat tembok yang terkelupas, lorong senyap dan gelap, tangga sunyi, aula lengang, juga ada sepasang sandal jepit yang tertinggal. Entah milik siapa. 
Di sebuah kamar terlihat wastafel kotor berselimut debu. "Di sini ada hantu," tak diketahui siapa yang menggores tulisan di atasnya.
Hotel terlantar di Bali terkenal dengan sebutan 'Hotel Istana Berhantu' (Jacob Laukaitis )

Penduduk lokal menyebutnya sebagai Hotel Istana Berhantu atau Ghost Palace Hotel' dalam Bahasa Inggris.
Seperti dikutip dari situs Asia One, hotel tersebut dibangun pada tahun 1990, namun tak pernah dibuka untuk umum dan terabaikan.
Konon, hotel itu berhantu karena ada pekerja yang membangunnya tewas di sana.

4 Alasan Orang Tua Minta Maaf ke Anak

Explore

Live Streaming Schedule (5)

Des18

FOKUS SORE TV STREAMING

15:00
Des18

Live Streaming Jeng Patrol

17:00
Des18

Friday Talk: Pembalap Masa Depan Indonesia

19:10
Des18
Lihat Lainnya
(Foto: alysonschafer.com)

New York- Orang tua juga pernah melakukan kesalahan terhadap si Kecil. Namun tak banyak orang tua yang mau mengucapkan kata maaf kepada buah hatinya. Padahal ada banyak manfaat jika orang tua melakukan hal tersebut.
Berikut empat manfaat orang tua meminta maaf ke anak seperti ditutip dari lamanParenting, Jumat (23/10/2015).
1. Memberi contoh baik
Banyak orang tua yang enggan meminta maaf kepada anak karena takut kehilangan wibawa. Padahal ini dapat menjadi ajang contoh baik kepada sang buah hati tentang keterampilan hidup yang berharga. Bisa mengatakan meminta maaf memberikan sinyal kekuatan karakter, bukan kelemahan. Dengan begitu, anak akan mengikuti apa yang Anda lakukan dalam kehidupannya.
2. Meningkatkan rasa saling menghormati
Meminta maaf atas kesalahan yang Anda lakukan padanya juga merupakan tanda Anda menghormati dirinya. Hal ini secara tidak langsung mengajarkan anak bersikap sopan dan hormat.
3. Merasa lebih baik
Menjadi orang tua lebih sulit dari yang dibayangkan. Ternyata akan ada banyak kesalahan terhadap anak. Ketika meminta maaf kepadanya hal tersebut akan membuat perasan lebih lega.
4. Bukan berarti membuat si kecil berkuasa
Meminta maaf kepada si Kecil bukan berarti membuat dirinya jadi lebih berkuasa. Katakan secara langsung Anda minta maaf atas kesalahan tanpa nada memelas tapi lugas. (*)

Studi: Konsumsi Alkohol Secukupnya Bisa Perpanjang Umur Penderita Alzheimer

Botol anggur Domaine de Bargylus di Beirut, Lebanon, 3 September 2014. (Foto: ilustrasi)
Botol anggur Domaine de Bargylus di Beirut, Lebanon, 3 September 2014. (Foto: ilustrasi)
Konsumsi alkohol yang tidak berlebihan mungkin bisa mengurangi tingkat kematian penderita Alzheimer, menurut sebuah penelitian terbaru.
Dalam sebuah laporan penelitian yang dipublikasikan di jurnal BMJ Open, para peneliti dari Danish Alzheimer’s Intervention Study menemukan bahwa pasien Alzheimer stadium dini yang minum hingga tiga unit alkohol setiap harinya mengurangi risiko kematian hingga 77 persen, dibandingkan dengan mereka yang hanya minum satu unit alkohol atau kurang dari itu.
Satu gelas anggur mengandung 2,3 unit, begitu juga segelas bir. Satu shot alkohol sejenis spirit juga dianggap satu unit.
Di antara para pasien yang diamati, 17 persen minum 2 hingga 3 unit setiap harinya. Tujuh puluh satu persen hanya kadang-kadang minum alkohol. Delapan persen tidak minum alkohol. 321 pasien diamati dalam penelitian ini.
Mereka yang minum setiap hari kemungkinan besar hidup tiga tahun lebih lama daripada orang yang jarang minum.
Tidak ada perbedaan penting
Tidak ada perbedaan penting antara pasien yang tidak minum dan mereka yang minum tiga kali sehari.
Riset mencatat satu pengecualian yang harus diteliti lebih lanjut yaitu kemungkinan faktor lain berpengaruh, seperti jaringan sosial yang mereka yang mengkonsumsi alkohol.
Penelitian lainnya menunjukkan bahwa konsumsi alkohol yang secukupnya bisa mengurangi risiko stroke dan penyakit jantung bagi orang-orang yang sehat, tapi alkohol juga diketahui bisa mematikan sel-sel otak yang bisa memperburuk proses degenerasi syaraf pada penyakit Alzheimer.
"Namun, kita tidak bisa menyarankan atau melarang konsumsi alkohol yang secukupnya kepada para pasien ini hanya berdasarkan penelitian ini saja," kataseorang juru bicara Danish Alzheimer's Intervention Study.
Departemen Pertanian AS dan Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat ASmenyarankan kalau mengkonsumsi alkohol, harus secukupnya, "satu gelas setiap harinya untuk perempuan dan dua gelas bagi pria." [dw]

Banyak guru sakit rela ikuti UKG

Banyak Guru Sakit Rela Ikuti UKG
Para guru sedang mengerjakan UKG berbasis komputer. (Foto: Dok. Okezone)
KampusJum'at, 18 Desember 2015 - 14:00 wib


JAKARTA - Demi mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG), sejumlah guru rela datang ke Tempat Uji Kompetensi (TUK). Padahal tidak semua guru-guru ini dalam kondisi sehat bugar.
Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyati menyatakan ada beberapa guru yang sakit memaksakan diri datang ke TUK.
"Banyak guru yang sakit memaksakan datang untuk ikut UKG karena takut pada sertifikasi. Bahkan, ada guru yang baru saja cuci darah," ungkapnya di Kemendikbud, belum lama ini.
Selain itu, ada juga guru yang terpaksa dibacakan soal-soal ujiannya oleh petugas. Kasus-kasus tersebut tidak hanya ditemukan oleh FSGI tapi juga dari pihak Kemendikbud meskipun tidak di tempat yang sama.
"Ini dari 29 kota kabupaten dari 12 provinsi. Setelah disinkronkan ternyata serupa," ujarnya.
Menurut Dewan Pertimbangan FSGI, Itje Chodidjah menyatakan hasil UKG ini secara administratif sudah menjadi data.
"Namun, tidak sama sekali menjadi cerminankualitas pada kompetensi guru," imbuhnya.
Itje menambahkan, kompetensi guru itu sebenarnya terlihat pada kegiatan mereka di sekolah.
"Seperti bagaimana hubungannya dengan guru-guru yang lain. Apakah dia bisa mengembangkan diri, apa dia bisa mengembangkan pembelajarannya dengan baik," pungkasnya. (ira) (rfa)

Kearifan Lokal Suku Tengger Bersahabat dengan Gunung Bromo

Kearifan Lokal Suku Tengger Bersahabat dengan Gunung Bromo
Gunung Bromo (foto: Nurul Arifin/Okezone)
JatimJum'at, 18 Desember 2015 - 13:56 wib


PROBOLINGGO - Masyarakat Tengger di sekitar lereng Gunung Bromo punya cara sendiri menghadapi erupsi. Mereka memegang teguh kearifan lokal sehingga dapat bersahabat dengan gunung. Kearifan lokal yang merupakan ajaran nenek moyang itu disebut Catur Guru Bekti.

Tokoh masyarakat Tengger, Supoyo mengatakan, Catur Guru Bekti adalah taat kepada sang pencipta, orangtua atau leluhur, taat kepada guru dan taat kepada pemerintah."Selama meningkatnya status Gunung Bromo, masyarakat taat kepada apa yang diarahkan BPBD," kata pria yang juga anggota DPRD Kabupaten Probolinggo itu saat ditemui di Dusun Ngadisari, Desa Cemoro Lawang, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jumat (18/12/2015).
Mantan kepala desa dua priode ini juga mengatakan, meningkatnya aktivitas vulkanis Gunung Bromo adaah hal yang ditunggu masyarakat Tengger. Pasalnya, aktivitas vulkanis Gunung Bromo belum tentu terjadi dalam kurun waktu lima tahun sekali.
Masyarakat Tengger meyakini, akitivitas vulkanis adalah upaya Bromo untuk memberikan kesuburan bagi pertanian. Aktivitas vulkanis mengeluarkan abu yang sangat bermanfaat bagi pertanian masyarakat di lereng Bromo.
"Aktivitas vulkanik ini juga menarik bagi para wisatawan sehingga penghasilan Suku Tengger juga meningkat," pungkasnya.
Sementara pantauan Okezone, meski gunung Bromo sedang Erupsi namun warga Tengger masih beraktivitas seperti biasa, seperti bercocok tanam, joki kuda, dan bersekolah. (ris)